Tampilkan postingan dengan label hgn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hgn. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2022

Kue HGN paling Berharga

 

Peringati HGN bersama PULAS-3 (Doc. Pribadi)

Satu hari berlalu dari peringatan Hari Guru Nasional tahun ini. Namun, aura kasih sayang dari momen untuk para guru ini masih terasa pekat hingga ke 33 MB.

Pagi ini menjadi agenda pertemuan rutin saya bersama para orangtua kelas 3 yang tergabung dalam PULAS-3 (Paguyuban Kelas 3). Alhamdulillah..banyak orangtua yang hadir, hanya beberapa saja berhalangan hadir karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, semangat untuk berkumpul dan berdiskusi demi anak-anak sepantasnya di apresiasi apalagi di tengah kesibukan mereka yang harus meninggalkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat tiba di kelas, saya melihat ada beberapa anak yang wajahnya cemberut. Ketika saya tanyakan, anak-anak hanya jawab: “dak ape la” (tidak apa-apa). Bahkan ada anak saat saya tanyakan, langsung menangis. Akhirnya..saya putuskan menayangkan beberapa video untuk anak-anak sembari menunggu kedatangan para orangtua mereka. Walaupun dengan menonton video, belum membuat wajah mereka sepenuhnya bahagia, namun setidaknya ini lebih baik daripada sebelumnya.

Pertemuan bersama orangtua dimulai pukul 09.00 WIB dengan agenda menceritakan hasil pembelajaran anak dalam kurun beberapa bulan terakhir, termasuk perkembangan anak dalam hal perubahan yang dirasakan oleh orangtua. Selain menayangkan beberap video dan menampilkan foto-foto proses belajar anak-anak di sekolah, pertemuan hari ini saya fokuskan juga dengan mendengarkan cerita orangtua tentang perubahan yang terjadi pada anak-anaknya selama kurang lebih 5 bulan terkahir ini. Alhamdulillah..semua orangtua menceritakan ada perubahan positif pada anak-anaknya terutama dalam tingkah laku dan mulai tumbuhnya karakter lebih baik. Mendengar para orangtua mengatakan demikian, tidak ada hal lain yang dapat saya ungkapkan selain Alhamdulillah dan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi juga refleksi untuk proses pembelajaran berikutnya.

Dua jam berlalu, tiba pukul 11.00, salah satu orang tua masuk ke kelas sambil membawa kue dalam sebuah plastik merah. Saya pun kaget ketika ibu tersebut menceritakan kisah dibalik kue ini. Sungguh..membuat saya terharu dan seketika saya tidak dapat berkata-kata selain “terima kasih”.

Saat saya tiba di rumah, saya baru membaca pesan WA dari salah satu orangtua. Pesan itu dikirim pukul 08.51 WIB. Artinya pesan itu seharusnya saya terima pagi tadi, namun karena di 33 MB terkendala akses internet, maka pesan baru saya baca setibanya di rumah. Dalam pesan itu, ada sebuah foto beberapa uang receh pecahan Rp. 1.000, 00 dan Rp. 2.000, 00. Selain itu juga dikatakan bahwa pagi ini anak-anak berinisiatif menyisihkan uang jajan untuk membelikan kue untuk saya dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh tanggal 25 November kemarin. Namun, karena ini mendadak, mereka tidak dapat menemukan kue yang dapat di berikan kepada saya di pagi ini. Sontak saya teringat wajah-wajah cemberut mereka tadi saat di sekolah.

Jika 33 MB berada di Kota Sungailiat, mungkin dalam waktu 10-15 menit anak-anak sudah dapat mencarikan kue karena ada beberapa toko kue tersedia di Sungailiat. Namun, kondisi ini berbeda untuk 33 MB. Sebuah sekolah kecil yang terletak di dusun kecil dan jauh dari kota. Alhasil..salah satu orangtua berinisiatif pergi ke arah Kota Pangalpinang (ibukota provinsi) untuk membelikan kue ini. Puluhan kilometer harus ditempuh demi membahagiakan anak-anak untuk memberikan kejutan kepada gurunya. Sungguh..hal ini sangat mengharukan dan luar biasa untuk saya.

Saya paham betul uang Rp. 1.000, 00 sangat berarti untuk anak-anak, sementara mereka menyisihkan uang jajan itu untuk membelikan kue untuk saya. Bahkan untuk makan kue ini saja saya berpikir ribuan kali karena mengingat pengorbanan dan perjuangan untuk mendapatkannya. Terbayang bagaimana mereka sampai berinisiatif melakukan ini untuk saya.

Bagi saya..kue ini bukan hanya hadiah yang diberikan dalam momen Hari Guru saja, namun sarat akan kenangan yang berharga. Terima kasih untuk anak-anak hebat kelas 3 yang telah mengizinkan ibu menjadi bagian dari sejarah di zaman kalian nantinya. Terima kasih juga untuk para orang tua atas dukungan dan semangat yang luar biasa dalam membangun kolaborasi positif bersama sekolah dalam menyukseskan pembelajaran bermakna bagi anak-anak.

Sekali lagi…Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh pejuang pendidikan. Secanggih apapun dunia…peran GURU tak akan pernah tergantikan.

Semangat belajar untuk kita semua dan salam bahagia…

 

*Artikel ini telah tayang di : https://www.kompasiana.com/lisasya/63822cb34addee342d7e9603/kue-hgn-paling-berharga 

 

Jumat, 25 November 2022

Perdana, Peringati HGN di MB

 

Momen perdana saya peringati HGN di MB (Doc. Pribadi)

Jum’at pagi, 25 November 2022 disambut dengan gerimis di Kecamatan Mendo Barat. Tepatnya di SMA Negeri 1 Mendo Barat yang berada di “jantung” kecamatan, Desa Petaling. Hari ini semua guru dan pemangku pendidikan se-Kecamatan Mendo Barat mengadakan upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Hadir juga tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat pemerintah di lingkungan Kecamatan Mendo Barat. Perasaan haru menyelimuti hati mengingat ini adalah momen pertama mengikuti upacara bendera pada perayaan Hari Guru Nasional di Kecamatan Mendo Barat.

Bertindak sebagai pembina upacara Bapak Hadi Sukamta, S.Pd. Beliau adalah pengawas Korcam dan juga pengawas sekolah di satuan pendidikan tempat saya mengabdikan diri di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh, UPTD SD Negeri 33 Mendo Barat (biasa kami sebut 33 MB). Selaku pembina upacara bendera hari ini, Bapak Hadi Sukamta, S.Pd membacakan naskah pidato Menteri Kemdikbudristek, Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

Acara lainnya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional adalah pemberian cenderamata kepada guru-guru yang telah memasuki purnabakti. Hadir juga diantaranya Bapak Teguh Supriadi, S.Pd, Bapak Tri Gunawan, S.Pd, dan Bapak Gandung Suwardi, A.Md yang bulan Oktober lalu di Gugus IV Prasasti Kotakapur telah memasuki masa purnabakti. (link artikel tersedia di: https://www.kompasiana.com/lisasya/6339c7fd5cc80449520cacf2/purnabakti-di-gugus-iv-mb)

Penampilan murid-murid dari seni tari SMA Negeri 1 Mendo Barat membuat suasana menjadi lebih hangat. Puluhan murid menari tarian daerah termasuk tarian dari Bangka Belitung. Saya pun terkesima ketika melihat para murid menari di lapangan upacara. Selang tarian para murid, dilakukan pemberian trofi berupa piala kepada pemenang lomba peringatan HUT Ke-77 PGRI dan HGN tahun 2022. Adapun rangkaian perlombaan telah dilaksanakan mulai bulan Oktober lalu, yaitu volly putra/putri, futsal, paduan suara (padus), SKJ, masak masakan khas Bangka (lempah kuning), dan menulis artikel. Saya pun dipercaya oleh Gugus IV Prasasti Kotakapur menjadi bagian dari perlombaan ini, yaitu menulis artikel non penelitian.

Tim Gugus IV Prasasti Kotakapur (Doc. Pribadi)


Artikel dengan judul “Esensi Asesmen Diagnostik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi” membawa Gugus IV Prasasti Kotakapur menjadi Juara 1 dalam lomba menulis artikel non penelitian HUT Ke-77 PGRI Kecamatan Mendo Barat. Artikel yang konten (materi) terinspirasi ketika saya mengajar anak-anak hebat 33 MB khususnya Kelas III. Gugus IV Prasasti Kotakapur juga membawa 3 trofi lainnya dari juara 1 lomba futsal, juara 2 volly putra, dan juara 2 paduan suara.

Satu hal yang saya dapatkan dan menginspirasi dalam peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 ini adalah kekompakkan setiap gugus dalam perlombaan yang diadakan. Para guru berkolaborasi dalam tim dan mengusung semangat sportifitas dalam setiap perlombaan yang diadakan. Saya percaya, nilai ini tidaklah instan, namun telah menjadi bagian dari budaya positif yang kental di Kecamatan Mendo Barat. Saya pun merasa senang menjadi bagian dari keluarga baru di Kecamatan Mendo Barat terutama pada Gugus IV Prasasti Kotakapur.

Terima kasih untuk bapak kepala 33 MB, Bapak Soleh, S.Pd.I, rekan-rekan 33 MB, rekan-rekan Gugus IV Prasasti Kotakapur, rekan-rekan Kecamatan Mendo Barat, rekan-rekan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 5 di Kecamatan Mendo Barat, dan pastinya anak-anak hebat 33 MB. Terima kasih Mendo Barat..Bahagia menjadi bagian dari Mendo Barat.

HGN 33 MB (Doc. Pribadi)

Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh pejuang pendidikan. Secanggih apapun dunia…peran GURU tak akan pernah tergantikan.

Semangat belajar untuk kita semua dan salam bahagia…

Twibbon HGN Tahun 2022 (Doc. Pribadi)

*Link Twibbon Hari Guru Nasional (Doc. Pribadi): http://twb.nz/hgnwujudkanmerdekabelajar

Video Tiktok Twibbon Hari Guru Nasional: https://vt.tiktok.com/ZS81upMQN/


*Artikel ini telah tayang di: 

https://www.kompasiana.com/lisasya/6380d2dfff9c8a65cb282ea2/perdana-hgn-di-mb

Launching Makan Sehat dan Begizi di 33 MB

Launching Makan Sehat dan Bergizi di 33 MB (Doc. Pribadi) Kamis, 12 Desember 2024 menjadi hari yang membahagiakan untuk sekolah kami terci...