Tampilkan postingan dengan label mendobarat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mendobarat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2024

Observasi Kelas Penuh Cerita

 

Observasi Kelas 1 33 MB, Rabu/06 Maret 2024 (Doc. Pribadi)

        Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pendidikan, Kemendikbudristek hadir membersamai pembelajaran yang berdampak pada capaian belajar murid, salah satunya melalui peningkatan peran profesional guru sebagai garda terdepan pendidikan Indonesia melalui transfromasi Pengelolaan Kinerja yang tersedia di aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM). Tujuannya tidak lain agar Pengelolaan Kinerja dapat lebih praktis, relevan, dan berdampak nyata. Para guru dan kepala sekolah tidak perlu lagi mengisi E-Kinerja BKN karena Pengelolaan Kinerja yang tersedia di PMM telah terintegrasi dengan E-Kinerja BKN.

Proses penggunaan Pengelolaan Kinerja di PMM oleh para guru dan kepala sekolah mulai Januari 2024 juga telah dirasakan oleh saya dan rekan-rekan di UPTD SD Negeri 33 Mendo Barat (biasa kami sebut “33 MB”). Perencanaan yang dituangkan dalam Rencana Hasil Kinerja (RHK) pada bulan Januari lalu kini telah memasuki pelaksanaan observasi kelas di bulan Maret. Namun, sebelumnya persiapan observasi kelas ini telah dikomunikasikan bersama kepala sekolah di bulan Februari.

Observasi kelas atau dulunya lebih dikenal supervisi kelas menjadi agenda wajib yang dilaksanakan oleh kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) sebagai upaya meningkatkan peran profesional guru dalam proses pembelajaran yang telah berlangsung di sekolah. Namun, hal menarik yang saya rasakan dalam menyiapkan observasi kelas tahun ini adalah kebebasan guru dalam menentukan fokus perilaku yang akan dikembangkan. Observasi kelas kini dirancang bukan hanya mengidentifikasi kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran namun, dikemas dengan lebih ringkas seperti banyak melibatkan guru dalam proses menemukan dan menyelesaikan kesulitan yang ditemui dalam proses belajar mengajarnya. Melalui banyak rerkomendasi yang nantinya akan disediakan dalam tahapan Pengelolaan Kinerja di PMM, guru diharapkan dapat lebih fokus pada praktik kinerja dan perilaku kinerja.

Bulan Maret menjadi jadwal observasi kelas untuk para guru termasuk kami di 33 MB. Fokus observasi yang saya tentukan dalam observasi kelas semester ini adalah memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang memberi peran pada semua murid dengan memotivasi para murid untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, menyediakan peran dalam kelompok untuk memastikan semua anggota kelompok mendapatkan peran, dan memberi dukungan serta kesempatan pada murid yang pasif untuk berperan. Fokus perilaku ini menjadi kunci saya dalam mendesain Modul Ajar dalam observasi kelas.

Rabu / 06 Maret 2024 menjadi jadwal observasi kelas saya bersama anak-anak hebat kelas 1. Saya melanjutkan materi matematika “Mengenal Bangun Datar”. Mulai dengan menayangkan video lagu “Topi Saya Bundar” dan bernyanyi bersama menggunakan topi yang telah dibawa dari rumah menjadi awal untuk mengingat kembali materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya, mengindentifikasi bangun datar dari video yang ditayangkan serta benda konkret yang ada di dalam kelas hingga mengerjakan Lembar Kerja (LK) dalam kelompok. Lalu, bagaimana anak-anak kelas 1 dapat membagi peran dalam suatu kelompok? Apalagi di pertengahan pembelajaran, beberapa anak menangis karena belum mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Sungguh..ini menjadi tantangan terbesar bagi saya. Menyikapi kejadian tak terduga ini, saya memberikan kesempatan kepada beberapa anak yang belum tampil untuk maju bersamaan. Alhasil, mereka pun dapat menyimpulkan bahwa keadaan menjadi lebih ramai karena anak-anak menjawab pertanyaan secara bersamaan.

Banyak hal menarik lainnya yang membuat saya  terus tersenyum disepanjang proses pembelajaran, salah satunya pembagian peran anak-anak dalam mengerjakan LK kelompok (menulis, menggunting, dan menempel). Ada anak yang langsung membagikan peran untuk anggota kelompoknya dan semuanya menyapakati. Kemudian, ada kelompok yang  menggunakan teknik “hom pim pa” dalam menentukan peran di kelompoknya. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertengkaran / rebutan peran. Saya memfasilitasi para murid jika terjadi hal yang tidak terduga terjadi selama proses pembelajaran ini berlangsung.

Setelah semua kelompok menyelesaikan lembar kerjanya, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tugas kelompoknya di depan kelas. Setiap anak di dalam kelompok juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menceritakan hasil kerja kelompoknya. Bagian akhir dari proses pembelajaran ini adalah saya meminta anak-anak mengungkapkan perasaannya dengan memberikan tanda checklist pada emoji yang ditampilkan pada layar proyektor di papan tulis. Semua anak memberikan emoji bahagianya yang menjadi pertanda betapa bahagianya mereka di hari itu. Pembelajaran hari ini pun kami tutup dengan makan kue bersama yang telah disiapkan oleh salah satu ibu dari anak kelas 1.

Pasca observasi kelas, kepala sekolah menanyakan beberapa perihal kepada saya termasuk indikator yang terpenuhi dan perlu dikembangkan selanjutnya. Sembari menunggu hasil penilaian observasi kelas oleh kepala sekolah pada Pengelolaan Kinerja di PMM,  saya pun mulai menulis kembali beberapa hal menarik yang saya temukan, termasuk hal tidak terduga yang muncul, tantangan yang dihadapi, serta hal yang akan terus dikembangkan dalam proses pembelajaran selanjutnya.

Bapak/Ibu guru hebat Indonesia, mari bersama kita mulai kegiatan observasi kelas ini dengan melaraskan persepsi bahwa ini merupakan bagian dari proses belajar kita juga sebagai guru. Kita diberi kesempatan bersama untuk menemukan kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran yang telah berlangsung, didampingi dalam menemukan solusinya baik itu oleh kepala sekolah selaku atasan kita di sekolah, dan diberi banyak rekomendasi perbaikan melalui Pengelolaan Kinerja di PMM untuk belajar. Tentunya observasi kelas ini bukanlah penilaian akhir dari kinerja kita. Penilaian Kinerja sesungguhnya terletak dari perubahan yang kita lakukan sebelum dan sesudah observasi ini dilaksanakan.

Tidak ada hal yang perlu kita khawatirkan selama kita bahagia melakukannya. Mari bersama mengingat kembali, bahwa menjadi guru adalah bagian termulia dalam perjalanan hidup kita.

Semangat belajar untuk kita semua…

Salam dan Bahagia.

*Artikel ini juga tersedia di link: https://www.kompasiana.com/lisasya/65e9d2f3c57afb662f012798/observasi-kelas-penuh-cerita


Senin, 28 November 2022

MB bawa pulang 7 trofi di peringatan HGN Tk. Kabupaten

Peringatan HGN Tahun 2022 di Kabupaten Bangka (Doc. Pribadi)


Satu hari sebelum puncak peringatan Hari Guru Nasional, saya mendapatkan surat undangan untuk mengikuti upacara HUT PGRI dan KORPRI di Kabupaten Bangka. Surat undangan ini saya terima dari salah seorang guru di Kecamatan Mendo Barat yang sedari awal banyak membantu saya memberikan informasi dalam lomba penulisan artikel baik di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Tepat di peringatan Hari Guru Nasional Jum’at / 25 November 2022 lalu, saya mengikuti upacara bendera di SMA Negeri 1 Mendo Barat dengan jarak kurang lebih 36 KM, hari ini upacara bendera di halaman kantor bupati Bangka hanya saya tempuh kurang lebih 2 KM saja.  Sungguh..sensasi upacara yang berbeda, namun penuh dengan cerita.

Bertindak sebagai pembina upacara Bupati Bangka, Bapak Mulkan, S.H., M.H. Pada amanat upacara bendera peringatan HUT ke-77 PGRI dan ke-51 KORPRI, bapak bupati membacakan dua naskah pidato. Naskah pidato pertama dari Menteri Kemdikbudristek, Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A sebagai peringatan HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional. Naskah pidato kedua dari Ketua Umum Pengurus KORPRI Nasional, Bapak Prof. Dr. Zudan Arid Fakrullah, S.H., M.H sebagai peringatan HUT ke-51 KORPRI .

Hadir sebagai peserta upacara adalah seluruh guru, pemimpin, dan praktisi pendidikan, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka. Walaupun matahari pagi ini terasa sedikit menyengat, namun tidak mengurangi rasa bahagia bisa hadir dalam acara peringatan HUT PGRI dan KORPRI tahun 2022. Setelah upacara bendera, pemotongan tumpeng yang bertema HUT ke-77 PGRI oleh bapak bupati kemudian diberikan kepada perwakilan guru yang memasuki purnabakti. Acara selanjutnya adalah pemberian tali kasih kepada perwakilan anggota KORPRI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka yang memasuki purnabakti pada tahun 2022. Dari informasi yang saya terima, pada tahun 2022 ini ada 166 orang PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka yang memasuki purnabakti, 113 orang diantaranya merupakan PNS guru dan pengawas.

Hadir juga diantaranya Bapak Teguh Supriadi, S.Pd, Bapak Tri Gunawan, S.Pd, dan Bapak Gandung Suwardi, A.Md yang bulan Oktober lalu di Gugus IV Prasasti Kotakapur telah memasuki masa purnabakti (link artikel tersedia di: https://www.kompasiana.com/lisasya/6339c7fd5cc80449520cacf2/purnabakti-di-gugus-iv-mb dan Jum’at lalu juga mengikuti upacara bendera dalam peringatan Hari Guru Nasional di Kecamatan Mendo Barat (link artikel tersedia di: https://www.kompasiana.com/lisasya/63822cb34addee342d7e9603/kue-hgn-paling-berharga ).

Artikel dengan judul yang sama ketika mengikuti lomba menulis artikel non penelitian di tingkat Kecamatan Mendo Barat, membawa saya menjadi Juara 2 di tingkat Kabupaten Bangka. Artikel ini terinspirasi dari pembelajaran berdiferensiasi yang perlahan mulai saya lakukan pada kelas 3 di 33 MB. Walaupun dalam proses yang dilakukan masih banyak kekurangan, namun mencoba memulai perubahan dalam proses pembelajaran menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menuntun para murid kita untuk tumbuh dan berkembang di zamannya dengan potensi/kekuatan yang dimiliki. Seperti potongan kalimat mas menteri dalam naskah pidato yang dibacakan oleh semua pembina upacara pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022, “Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah.”

Peringatan HUT ke-77 PGRI dan HGN tahun 2022 ini juga terasa spesial karena PGRI cabang Kecamatan Mendo Barat membawa pulang 7 trofi dari berbagai lomba HUT PGRI yang diselenggarkan pada tingkat kabupaten. Juara 2 SKJ PGRI, juara 2 Volly Putra, juara 3 Paduan Suara, dan juara 3 masak lempah kuning (makanan khas Bangka). Selain itu, 3 trofi lainnya dari lomba menulis artikel non penelitian, juara 2 tingkat SD, juara 1 tingkat SMP dan SMA.

Terima kasih untuk seluruh pihak yang terus menginspirasi saya dalam menulis. Terkhusus 33 MB mulai dari kepala sekolah, rekan-rekan sejawat, dan para murid hebatnya. Terima kasih juga untuk rekan-rekan seperjuangan di Kecamatan Mendo Barat dan Kabupaten Bangka.

Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh pejuang pendidikan. Secanggih apapun dunia…peran GURU tak akan pernah tergantikan. Mari..tinggalkan kisah perjuangan kita dalam sebuah tulisan.

Semangat belajar untuk kita semua dan salam bahagia…

 

*Artikel ini telah tayang di : https://www.kompasiana.com/lisasya/6384707f08a8b5686b0416a4/mb-bawa-pulang-7-trofi-di-peringatan-hgn-tk-kabupaten

 


Minggu, 02 Oktober 2022

Purnabakti di Gugus IV MB

Acara pelepasan purnabakti di Gugus IV Kec. Mendo Barat (Doc. Pribadi)

Memasuki bulan Oktober 2022 diawali dengan acara mengharukan di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bapak Teguh Supriadi, S.Pd (Kepala UPTD SDN 30 Mendo Barat), Bapak Tri Gunawan, S.Pd (guru di UPTD SDN 25 Mendo Barat), dan Bapak Gandung Suwardi, A.Md (guru di UPTD SDN 24 Mendo Barat) akan memasuki masa purnabakti.“Masa purnabakti adalah normal untuk seluruh pegawai khususnya guru”, potongan kalimat ini disampaikan oleh Bapak Teguh ketika menyampaikan kesan pesannya di acara pagi itu.

Bertempat di UPTD SDN 27 Penagan Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, semua Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari 9 Sekolah Dasar yang tergabung di Gugus IV Kecamatan Mendo Barat berkumpul untuk menghadiri acara pelepasan purnabakti. Acara juga dihadiri oleh Pengawas Korcam, Bapak H. Hadi Sukamta, S.Pd.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan dibuka oleh Bapak M. Yuniadi, S.Pd.I (Kepala UPTD SDN 25 Mendo Barat) sekaligus bertindak sebagai pembawa acara. Lantunan do’a dari Bapak ……… (Kepala UPTD SDN 25 Mendo Barat) juga mengajak semua yang hadir dalam ruangan turut mendo’akan para guru yang telah mendahului dan pulang ke Rahmatullah untuk selama-lamanya.

Bapak H. Hadi Sukamta, S.Pd selaku Pengawas Korcam menyampaikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh GTK khususnya guru terus memberikan pelayanan terbaik untuk pendidikan kepada para murid. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa informasi termasuk persiapan dan pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah di satuan pendidikannya. Kemudian dilanjutkan pembahasan kegiatan Gugus IV Kecamatan Mendo Barat oleh Ketua Gugus IV, Bapak Sulistiono, S.Pd, dan persiapan perlombaan HUT Ke-77 Tahun PGRI di Kecamatan Mendo Barat yang akan dilaksanakan tanggal 11-14 Oktober 2022 mendatang. Bapak Zulham Efendi, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan di Kecamatan Mendo Barat ini dipercepat karena mengikuti jadwal perlombaan di kabupaten, mengingat para pemenang dalam perlombaan di tingkat kecamatan akan diikutsertakan pada perlombaan HUT Ke-77 Tahun PGRI tingkat Kabupaten nantinya.

Sambutan dari Bapak Sulistiono, S.Pd selaku Ketua Gugus IV membuat saya terharu apalagi ketika beliau menceritakan perjalanan dari ketiga sahabatnya ini saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Bangka sebagai guru. Selain jarak tempuh jauh juga medan yang dilalui belum memiliki infrastruktur (jalan) memadai. Menerima gaji pertama sebesar Rp. 16.900, 00 dengan tantangan yang dihadapi sungguh tidak mudah namun, para ujung tombak pendidikan ini masih setia dengan profesi mulia demi anak-anak bangsa terutama di desa ujung Pulau Bangka.

Tahun 1980an di Pulau Bangka masih sangat kekurangan tenaga pendidik khususnya di daerah yang berlokasi jauh dari kabupaten kota. Kala itu pemerintah berusaha untuk mencukupi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah dengan mendatangkan guru dari luar bangka (Pulau Jawa). Tiga dari banyaknya guru itu adalah mereka yang akhir bulan lalu mulai memasuki masa purnabaktinya.

Sebuah puisi karya Bapak Buyung Topan, S.Pd berjudul “Untukmu Kawan” dibacakan oleh Bapak Toni, S.Pd (Kepala UPTD SDN 32 Mendo Barat). Puisi ini ditulis sendiri oleh Bapak Buyung khusus untuk ketiga rekannya yang akan memasuki purnabakti. Suasana seketika hening mendengarkan puisi indah yang dibacakan oleh Bapak Toni. 

Salah seorang guru yang memasuki masa purnabakti dan telah mengabdikan diri selama 39 tahun, Bapak Tri Gunawan, S.Pd dalam sambutan singkatnya menyampaikan pesan yang mendalam, “Jadikan sekolah itu sebagai rumah kedua sehingga kita betah didalamnya dan jadikan murid kita seperti anak sendiri”. Saya bertemu beliau di parkiran sejenak sebelum beliau pulang melaju dengan motornya, saya bertanya dimana akan menghabiskan masa purnabaktinya. Sambil tersenyum beliau menjawab, “Bapak tetap disini, di Bangka”.

Sambutan terakhir dari Bapak Gandung Suwardi, A.Md juga membuat saya kembali kagum apalagi ketika beliau menceritakan perjalanannya menjadi guru di Kecamatan Mendo Barat. Mulai dari berjalan kaki karena tidak adanya transportasi/kendaraan pribadi dan sulitnya medan yang dihadapi. Beliau juga menceritakan perjuangannya dan beberapa almarhum sahabatnya berjalan kaki dan naik sepeda puluhan kilometer hanya untuk memenuhi undangan rapat KKG di Kecamatan. Sungguh..mendengar ini membuat saya tidak mampu berkata-kata lagi. Jarak yang saya tempuh 54 KM dari Kota Sungailiat ke 33 MB mengendarai motor dengan kondisi jalan jauh lebih baik tidak ada apa-apanya dibanding para guru hebat yang menginspirasi ini.“Kami memberikan semangat untuk semuanya, lanjutkanlah perjuangan ini, jangan jadikan beban dan jalani dengan tulus dan ikhlas”, ungkap Bapak Gandung mengakhiri sambutannya di acara pelepasan yang kian menjelang siang.

Sebelum mengakhiri acara hari itu, diadakan juga perkenalan beberapa GTK di lingkungan Gugus IV Kecamatan Mendo Barat. Saya juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai bagian dari keluarga baru di Kecamatan Mendo Barat ini.

Belum lama bergabung di Kecamatan Mendo Barat telah banyak hal yang menginspirasi saya apalagi di hari ini bertemu para guru yang sungguh luar biasa dan mendengar cerita singkat dari perjalanan panjangnya menjadi pendidik di desa yang berada di paling ujung dari Kabupaten Bangka Induk ini.

Saya percaya satu hal bahwa manusia hidup dengan tantangan di zamannya. Sama halnya seperti pahlawan yang melawan para penjajah puluhan tahun lalu untuk kemerdekaan bangsa agar kita memiliki pemerintahan sendiri tanpa dikomandoi oleh negara lain. Bagitupun perjalanan pendidikan di Indonesia termasuk para pejuang pendidikan ini. Mereka adalah pejuang di zamannya dan semangatnya akan terus dilajutkan oleh para pejuang pendidikan di zaman setelahnya demi putra-putri negeri tercinta.

Selamat menjalani masa purnabakti untuk Bapak Teguh Supriadi, S.Pd, Bapak Tri Gunawan, S.Pd, dan Bapak Gandung Suwardi, A.Md. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan nikmat kesehatan dan kebahagiaan untuk para guru hebat kami. Semangat juangmu akan selalu melekat di setiap langkah kami.

Semangat belajar untuk kita semua dan salam bahagia…


*Artikel ini juga telah tayang di : https://www.kompasiana.com/lisasya/6339c7fd5cc80449520cacf2/purnabakti-di-gugus-iv-mb 

 


Launching Makan Sehat dan Begizi di 33 MB

Launching Makan Sehat dan Bergizi di 33 MB (Doc. Pribadi) Kamis, 12 Desember 2024 menjadi hari yang membahagiakan untuk sekolah kami terci...